Selasa, 10 Agustus 2010

Untuk Seorang Navi


barangkali, bukan ataupun seandainya
seorang yang terlahir ke bumi ini telah berdiri untuk dirinya sendiri
untuk jiwanya pribadi, namun bukan hanya untuk egonya
dia telah ada karena percaya atau tidak, bahwa bumi memerlukanmu, bumi membutuhkanmu.
datanglah kepadanya nak, hanya untuk m
emberikan senyuman mu yang tulus , jujur, dan ikhlas

dari lubuk hatimu telah tertuang perjuangan, dari aliran darahmu telah berdesir kekuatan.
dan kau akan besar memecah matahari, menyejukkan sesama, meninggalkan amarah, menggenggam cahaya, semua untuk kesederhanaan bersahaja..

didalam matamu tertanam hitam pekatnya perjalanan.. dan kau pun menyongsong, mengejar, membawa semua yang kami inginkan...

adillah hidupmu, damailah langkahmu, dan ikhlaskan semua ini nak
teruntuk Navi ...
cinta bukanlah harfiah namun hakikat

Minggu, 10 Mei 2009

TETAP


Dulu hingga kini...

saya tetap sadar

bahwa dirimu telah melewati batas pikiranku tentang sebuah logika


saya pun berjalan menyusuri jalan perasaanku

jalan yang mengarahkan tegasnya sebuah keindahan

dan lebih dari apa yang saya lihat


Menemukan kembali harapan yang telah diam untuk mendengarnya bersuara kembali


Saya & Dirimu

kini bukan fiksi

saya telah mendengar jelas tulisan yang indah

serta membaca sebuah bahasa perasaan


Cinta ini tidak buta

hanya memahami

Sabtu, 25 Oktober 2008

..Walau melewati jalan yang berbeda, tetapi tetap saja kita akan sampai di tempat yang sama. Dimana hati ini merasa sepi, takut dan bertanya-tanya. Apakah hidup ini suatu karunia ataukah ujian ?. Kita kerap mengenang bila melewati jalan berliku. Sebiru apa langit dan laut pernah berwarna. Sekelam apa malam pernah menumpahkan resah kepadamu. Belumlah tentu kita akan menemukan tanda tanda, untuk mengenali diri sendiri, mengetahui misteri hidup ini. Hidup bukan hanya sebuah kampung yang dapat kita tinggalkan lalu kita pulang lagi. Kadang hidup ini sebuah penantian- tetapi bukan seperti di terminal atau di halte, dimana bus hanya menurunkan wajah-wajah asing. Di tempat ini, keramaian datang hanya sekejap, air matapun juga datang semusim sesekali. Hujan yang turun juga bukan selalu berkah. Kadang menyajikan cuaca buruk, demam, lalu kita tertidur. Dan disaat bangun pagi, kita toh masih merasa kehilangan....

AIR




Pagi itu seorang pria setengah baya bertanya kepadakumengapa tak kau ambilketika satu kesempatan datang padamuPilihlah Nak, satu kesempatan yang datang padamuwalau ke depan nanti akan membuatmu menyesalbahkan membawamu ke jurang hitamkarna hidup ini kejam, Nakdan kesempatan takkan datang kedua kaliKejarlah asamu, NakGapai semua mimpiseribu janji dalam hidupsejuta ada mimpi dan suka cita membentangbahkan nyawa harus dipertaruhkan hanya’tuk seuntai harapan yang tersimpul dari bibir pengumbar janji
Saat aku ingin menjawab, pria itu berkata lagi,Jangan kau jawab semua kata-kataku, NakLakukan saja yang menurut kata hatimu benarDan pesanku, jangan pernah kau sesali hidup inikarna hidup adalah tahap kedewasaan seorang manusia kepada Sang Pencipta